Kota Sorong, PBD - suaraadhiyaksa.com
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) pada 19 Oktober 2026, Ketua Lintas Suku Orang Asli Papua (OAP) Provinsi Papua Barat Daya, Buce Ijie, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta seluruh masyarakat Kota Sorong untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), guna menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kota Sorong, Jum'at (16/10/26).
Buce Ijie menegaskan bahwa Kota Sorong merupakan ibu kota Provinsi Papua Barat Daya yang memiliki peran strategis sebagai pusat pemerintahan, pelayanan publik, aktivitas perekonomian, serta pusat berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Sorong harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Sebagai wajah sekaligus pusat aktivitas Provinsi Papua Barat Daya, Kota Sorong diharapkan mampu menjadi contoh dalam menjaga kerukunan, persatuan, toleransi, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, aman, dan damai.
Buce Ijie menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas, komunikasi, dan kerja sama yang baik antara masyarakat dengan Polda Papua Barat Daya serta Polresta Sorong Kota dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan Kamtibmas. Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta menghindari tindakan provokatif yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di Kota Sorong.
Lebih lanjut, Buce Ijie mengharapkan agar seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Orang Asli Papua, dapat berperan aktif dalam menjaga persatuan, memperkuat hubungan persaudaraan, serta mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Setiap aspirasi maupun perbedaan pandangan hendaknya disampaikan secara damai, tertib, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap menghormati hak dan kebebasan masyarakat lainnya. Kehadiran aparat kepolisian juga diharapkan mampu memberikan rasa aman melalui pendekatan yang humanis, persuasif, dan mengedepankan komunikasi bersama masyarakat.
Sebagai Ketua Lintas Suku Orang Asli Papua Provinsi Papua Barat Daya, Buce Ijie turut mendorong seluruh tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk membangun koordinasi yang berkelanjutan dengan aparat kepolisian, khususnya menjelang momentum 19 Oktober 2026. Menurutnya, kerja sama yang harmonis antara masyarakat dan kepolisian merupakan langkah penting dalam mencegah terjadinya kesalahpahaman, konflik sosial, maupun tindakan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan ketertiban umum.
Selain itu, Buce Ijie menekankan bahwa menjaga keamanan Kota Sorong sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat Daya merupakan bentuk tanggung jawab moral seluruh masyarakat dalam menjaga nama baik daerah serta mendukung kelancaran pembangunan dan aktivitas pemerintahan. Situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif sangat diperlukan agar seluruh masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman, pelayanan publik tetap berjalan optimal, serta roda perekonomian masyarakat tidak terganggu oleh berbagai persoalan keamanan.
Dirinya juga berharap agar seluruh masyarakat dapat menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi berbagai dinamika sosial maupun perbedaan pandangan yang berkembang menjelang peringatan HUT NRFPB. Masyarakat diharapkan lebih mengedepankan sikap saling menghormati, menjaga komunikasi yang baik, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan maupun perpecahan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Sebagai penutup, Buce Ijie mengajak seluruh masyarakat Kota Sorong untuk tetap menjaga persatuan, mempererat tali persaudaraan, serta bersama-sama mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. Ia berharap momentum peringatan HUT NRFPB tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat, melainkan dapat disikapi dengan penuh kedewasaan, saling menghargai, dan mengedepankan kedamaian.
“Mari tong sama-sama menjaga Kota Sorong sebagai rumah kita bersama sekaligus ibu kota Provinsi Papua Barat Daya. Jangan sampai perbedaan pandangan membuat kita terpecah belah. Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua. Mari kita bergandengan tangan bersama Polda Papua Barat Daya dan Polresta Sorong Kota untuk menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, serta mewujudkan Kota Sorong yang aman, damai, dan kondusif. Karena keamanan Kota Sorong merupakan cerminan keamanan dan kedamaian Provinsi Papua Barat Daya,” demikian pesan yang diusulkan untuk disampaikan Buce Ijie.
2070 view
1677 view
1543 view
1340 view
1236 view
1152 view
1145 view
1061 view
1057 view
914 view