Infrastruktur

Sopir dan Karyawan 3 Bulan Belum Terima Gaji, Bus Trans Padang Mogok Kerja

30 Des, 2025

456 View

 

Padang, suaraadhiyaksa.com
Bus Trans Padang koridor 2 jurusan Pasa Raya- Bungus Teluk Kabung melakukan aksi mogok kerja, Selasa 30 Desember 2025. Armada Bus Trans Padang terlihat tidak beroperasional seperti biasanya dan berkumpul di Pool Koridor 2 Bus Trans Padang yang terletak di Bungus Teluk Kabung. Menurut informasi yang didapat, tidak beroperasionalnya angkutan massal ini disebabkan supir dan karyawan Trans Padang tidak menerima gaji selama 3 bulan. 

Seorang sopir Bus Trans Padang Koridor 2 mengatakan gajinya belum dibayarkan sejak bulan Oktober sampai Desember 2025. Ia hanya diberikan pinjaman sebanyak 2 juta pada bulan Oktober. Kemudian gaji untuk bulan November dan Desember 2025 belum diterima sampai saat ini.

“Kami diminta profesional dalam menjalankan tugas, tapi hak kami diabaikan,” ujar seorang sopir yang minta namanya tidak disebutkan.(30/12)

Saat yang sama, Direktur Utama PT Bungus Teluk Kabung, Ajeng menjelaskan kepada wartawan bahwa mereka para sopir meminta untuk dibayarkan gajinya,setelah itu baru mereka bekerja kembali, ujarnya.

Heru, calon penumpang Bus Trans Padang koridor 2 yang di jumpai di halte mengaku kecewa dan tidak mengetahui sebelumnya akan terjadi aksi mogok ini. 

"Saya sudah dari jam 06.30 wib pagi menunggu angkutan Bus Trans Padang ini, tapi tidak kunjung datang juga, bisa-bisa terlambat saya masuk kerja" kata Heru kepada awak media.

Hal senada juga dikeluhkan seorang pegawai Kecamatan amat Teluk Kabung yang sudah terbiasa menggunakan Bus Trans Padang sebagai transportasi pergi dan pulangnya ke kantor Kecamatan. Ia mengaku tidak mendapatkan informasi akan adanya aksi mogok kerja yang menyebabkan dia terlambat masuk kantor dikarenakan terlanjur lama menunggu Bus Trans Padang di halte. 

Selanjutnya pihak media melakukan konfirmasi melalui whatsapp kepada Kadis Perhubungan Kota Padang, namun belum direspon juga sampai berita ditayangkan.

Kemudian melalui chat whatsaap, pihak media melanjutkan konfirmasi kepada Perumda Kota Padang, Direktur Utama PT. Padang Sejahtera Mandiri (PSM) yang juga tidak memberikan merespon sama sekali.
Sopir dan karyawan akan tetap tidak mau menjalankan tugas sampai persoalan ini diselesaikan.(Aulia)

Rizal Basri