Kepulauan Mentawai, suaraadhiyaksa.com
Sebuah video yang diunggah Rabu (7/10/2026) viral dan menyayat hati publik. Video tersebut memperlihatkan perjuangan anak-anak di Dusun Sagulubbeg, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, yang harus basah kuyup melawan derasnya arus sungai demi bisa sampai ke sekolah.
Berbeda dengan anak-anak di kota yang berangkat sekolah dengan seragam rapi dan kendaraan nyaman, anak-anak di Sagulubbeg mempertaruhkan keselamatan mereka setiap hari.
Di akhir video, dengan suara polos dan penuh harap, mereka berteriak:
"PAK BUPATI KASIH KAMI JEMBATAN"
Video yang menyentuh ini pertama kali dibagikan oleh akun TikTok *@SusiSimeon????*, seorang guru SD di Sagulubbeg, yang merekam langsung perjuangan murid-muridnya.
Narasi dalam video tersebut menuliskan keprihatinan mendalam:
"Pemandangan yang menyayat hati di saat anak-anak di tempat lain pergi sekolah dengan seragam rapi menaiki kendaraan yang nyaman, adek-adek kita di Sagulubbeg harus basah kuyup dan melawan derasnya arus sungai demi masa depan mereka."
Ironisnya, momen perjuangan ini muncul bersamaan saat Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai sedang merayakan hari jadinya yang ke-27, "Punen Laggai".
"Sedih rasanya melihat ini disaat Pemda kita sedang merayakan 'Punen Laggai' hari jadi Kabupaten Kepulauan Mentawai ke-27. Kepada Yth. Pak Bupati, Wabup, Bapak-bapak anggota dewan kami yang terhormat dan pejabat lainnya, tolong tengok adek-adek kami ini," tulis akun tersebut.
Warganet pun ramai-ramai mendesak pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat untuk segera merespons. Akses jembatan penyeberangan dinilai sangat krusial, bukan hanya untuk pendidikan, tetapi untuk keselamatan warga sehari-hari.
Hingga berita ini diturunkan, video tersebut telah ditonton ribuan kali dan dibanjiri komentar yang meminta agar program pemerataan pembangunan yang digaungkan pemerintah benar-benar menyentuh pelosok Mentawai.
"Mari kita kawal bersama agar aspirasi warga Sagulubbeg ini segera direspons. Mentawai Progresif harus dimulai dengan jembatan untuk anak-anak kita," tutupnya.
2094 view
1700 view
1568 view
1367 view
1224 view
1174 view
1136 view
1051 view
1042 view
905 view