Opini & Cerita

Ta'ziahan 7 Hari Wafatnya Sarel Panji Kusuma Bin Sukri di Asrama TNI AD Tarandam Berlangsung Haru

16 Sep, 2026

0 View

Padang, suaraadhyaksa.com

Suasana haru dan penuh kekhidmatan mewarnai acara ta’ziahan dan doa bersama tujuh hari wafatnya almarhum Sarel Panji Kusuma bin Sukri, yang digelar keluarga besar H. Sukri dan istri di Rumah Duka Asrama TNI AD Tarandam, Blok Mes Kodim 0312/Padang, Rabu malam (16/9/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung selepas salat Isya tersebut menjadi momentum keluarga dan para undangan untuk mengenang almarhum sekaligus memanjatkan doa kepada Allah SWT.

 

Turut hadir dalam acara takziah Kasrem 032/Wbr, perwakilan dari Kodim 0312/Padang, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai kalangan. Kehadiran unsur TNI, keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitar mencerminkan kepedulian serta dukungan moral bagi keluarga H. Sukri yang tengah menghadapi duka kehilangan putra tercinta.

 

Selain keluarga dan unsur TNI, acara turut dihadiri segenap jurnalis, para rekan, tetangga, serta rekan kerja keluarga. Mereka datang untuk menyampaikan belasungkawa, memberikan dukungan, dan bersama-sama mengikuti rangkaian doa.

 

Sejumlah anak yatim dari pondok pesantren juga hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam suasana ta’ziahan, terlebih ketika H. Sukri menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan berbagi di tengah suasana duka.

 

Dalam suasana yang penuh keharuan, santunan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian keluarga. Berbagi kepada anak yatim tidak hanya memiliki nilai sosial, tetapi juga menjadi bagian dari ajaran Islam yang mendorong umat untuk memperhatikan sesama.

 

Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan doa, zikir, serta tausiah keagamaan yang disampaikan Ustadz Hafiz Ass’ad, M.Hum. Dalam tausiahnya, ia mengangkat pesan tentang hakikat kehidupan, ketetapan Allah SWT, serta pentingnya kesabaran dan keikhlasan bagi keluarga yang ditinggalkan.

 

“Ustadz Hafiz menyampaikan bahwa kehidupan manusia merupakan amanah dari Allah SWT dan setiap insan akan menghadapi ketetapan-Nya. Kepergian seseorang hendaknya menjadi pengingat bagi yang masih hidup untuk memperbanyak amal kebaikan,” ujar pembawa acara menyampaikan isi tausiah.

 

Bagi H. Sukri dan keluarga, ta’ziahan tersebut menjadi momentum untuk mengenang almarhum Sarel Panji Kusuma sekaligus memohonkan ampunan dan rahmat Allah SWT.

 

Acara ditutup dengan doa bersama agar almarhum mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT dan keluarga besar H. Sukri diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan. Dari Asrama TNI AD Tarandam, doa dan kepedulian menjadi pengikat silaturahmi serta pengingat akan pentingnya berbagi kepada sesama.(Jeje)

aulia@suaraadhiyaksa.com