Opini & Cerita

Hingga Kini Belum Ada Data Resmi Penindakan PETI di 50 Kota, Isu Pembeking Aparat Terus Bergulir

6 Sep, 2026

30 View

Lima Puluh Kota-Sumbar, suaraadhiyaksa.com
Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukum Polres Lima Puluh Kota, khususnya di Galuguah, semakin jadi sorotan. Saat ini sudah terdapat beberapa titik PETI yang beroperasi di Kabupaten 50 Kota.

Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait berapa titik yang sudah ditangani dan berapa jumlah pelaku yang sudah diproses hukum. Kasat Reskrim Polres 50 Kota masih enggan untuk memberikan jawaban saat dikonfirmasi melalui chat whatsaap, Minggu (6/9/2026).

Diduga alat berat dikawal masuk lokasi. Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan, alat berat yang masuk ke lokasi PETI diduga mendapatkan pengawalan petugas. Sebagai Aparat Penegak Hukum (APH), Polres 50 Kota belum memberikan penjelasan terkait kebenaran informasi tersebut maupun langkah yang telah diambil.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik tentang keseriusan penegakan hukum terhadap aktivitas PETI yang dinilai merusak lingkungan dan berpotensi menimbulkan konflik.

Di tengah minimnya data resmi, isu "uang payung" terkait PETI sudah lama beredar di masyarakat. Hingga kini belum jelas apakah sudah ada penyelidikan internal terkait hal tersebut.

Lebih lanjut, beredar juga dugaan keterlibatan pihak Kepolisian dan TNI dalam membeking atau menerima "uang payung" dari aktivitas PETI. Namun, belum ada bukti maupun pernyataan resmi yang dapat memverifikasi kebenaran dugaan tersebut.

Pemerhati lingkungan dan masyarakat mendesak Polres 50 Kota segera membuka data, memberikan keterangan resmi, dan melakukan penindakan tegas terhadap semua pihak yang terlibat dalam PETI, termasuk jika ada oknum aparat.

Mereka menilai, tanpa transparansi dan tindakan nyata, kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di 50 Kota akan semakin terkikis.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi ke pihak Polres 50 Kota terkait jumlah penanganan kasus, dugaan pengawalan alat berat, dan isu "uang payung" belum mendapatkan jawaban resmi.(Jhoni)

R1