Sumbar, suaraadhiyaksa.com (6/03/2026).
Polda Sumbar telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi kemacetan arus mudik di Sumatera Barat, terutama di jalur utama Padang-Bukittinggi. Strategi "Preemtif dan Preventif" akan diterapkan dengan fokus pada delapan zona merah kemacetan, termasuk jalur Lembah Anai yang masih dalam tahap pemulihan pasca bencana.
Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H menjelaskan tentang rekayasa lalu lintas. Polda Sumbar yang menerapkan kebijakan satu arah (One Way) pada jalur utama Padang-Bukittinggi dengan skema terjadwal:
- Padang ke Bukittinggi (via Lembah Anai): Pukul 10.00 – 14.00 WIB
- Bukittinggi ke Padang (via Malalak): Pukul 14.00 – 18.00 WIB
Setelah itu, terdapat masa sterilisasi (clearance time) selama 30 menit sebelum perpindahan arus. Keterangan ini disampaikan Dirlantas Polda Sumbar saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat 6 Februari 2026.
"Pembatasan operasional mobil barang (Sumbu 3 ke atas) akan dilakukan pada H-3 hingga H+3 Lebaran, kecuali untuk kendaraan pengangkut BBM, hantaran uang, hewan ternak, pupuk, dan sembako," ungkap Dirlantas.
"Polda Sumbar juga mendirikan pos-pos pengamanan dan pelayanan melalui Operasi Ketupat Singgalang 2026, yang akan dilaksanakan mulai pertengahan hingga akhir Maret 2026," imbuhnya.
"Pos-pos ini akan berfungsi sebagai pusat informasi, tempat istirahat sementara, dan koordinasi kesehatan, serta akan disiagakan 24 jam penuh. Sebagai catatan, jalur Malalak sampai saat ini masih terus dipantau, sebab masih terjadi longsor susulan setiap hari," paparnya.
Polda Sumbar mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keselamatan di jalur rawan kecelakaan dalam rangka menghadapi arus mudik. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain, pemasangan rambu tambahan di jalur yang masih dalam perbaikan konstruksi, penyiagaan patroli mobile di titik rawan seperti tanjakan Silaing dan kawasan Sitinjau Lauik, membuat pengaturan untuk pembatasan operasional angkutan barang pada kendaraan sumbu 3 ke atas pada hari-hari puncak mudik.
Selain itu Polda juga selalu berkoordinasi dengan Dinas PU dn BMKG untuk menempatkan alat berat di titik rawan Lembah Anai dan Sitinjau Lauik, serta pantauan rutin dari BMKG untuk memberikan peringatan dini kepada pemudik.
"Kami juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya, seperti Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Kesehatan, dan PT HKI/Kementerian PU, untuk memastikan keselamatan dan kelancaran arus mudik," terangnya.
Fasilitas yang disiapkan di sepanjang jalur utama meliputi Rest Area Sementara, ambulan siaga, dan bengkel siaga. Polda Sumbar juga bekerja sama dengan dealer otomotif untuk membantu pemudik yang mengalami kendala teknis.(Aulia/red)
5389 view
3789 view
3407 view
2504 view
2386 view
2275 view
2044 view
1160 view
977 view
966 view