Politiik & Pemerintah

Buka Puasa Bersama Wartawan, Fauzi Bahar Tekankan Pemberantasan LGBT dan Program Tahfidz Quran

4 Mar, 2026

8 View

 

Sumbar, suaraadhiyaksa.com (4/03/2026) 
Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, mengundang wartawan untuk berbuka puasa bersama di kediamannya, Gunung Pangilun, Padang, Selasa (24/2/2026). Dalam kesempatan itu, Fauzi Bahar sekaligus memberikan tausiyah kepada wartawan yang tergabung dalam Kolaborasi Jurnalistik Indonesia (KJI) dan Ikatan Wartawan Indonesia Republik Indonesia (IKW RI). Ia menekankan pentingnya pemberantasan LGBT di Sumatera Barat.

Mantan walikota Padang yang saat ini menjabat sebagai Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat (Sumbar) mengajak Bupati, Walikota, dan Gubernur untuk menganggarkan program pemberantasan penyimpangan ajaran agama dan moral, Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). LGBT merupakan penyimpangan kelompok masyarakat yang memiliki orientasi seksual dan identitas gender yang berbeda dari mayoritas masyarakat, seperti wanita yang menyukai seksual dengan wanita lain (lesbian), pria yang menyukai seksual dengan pria lain (gay), orang yang memiliki ketertarikan seksual dengan lebih dari satu jenis kelamin (biseksual) dan orang yang memiliki identitas gender yang berbeda dari jenis kelamin biologisnya (transgender).

Selain itu, Fauzi Bahar juga memperkenalkan program "Sedekah Sabar 5 Detik" dan program tahfidz Quran dengan metode mengganti handphone sejenak setiap hari. 

"Manusia itu harus memiliki sifat sabar, ibarat dalam berkendaraan dalam kondisi macet, alangkah indah dan damainya jika setiap pengendara jalan dapat bersabar minimal 5 detik saja. Inshaa Allah kita mendapatkan keselamatan dan bisa tersenyum," ujar mantan walikota Padang yang berhasil melaksanakan program jilbab dan busana muslim bagi pelajar dan masyarakat Kota Padang.

"Saya berharap melalui publikasi, wartawan dapat mengemas narasi yang baik dan memberikan dukungan program tahfidz qur'an bagi pelajar sekolah dasar," ungkapnya.

"Jika kelas 1 SD selama sebulan bisa menghapal minimal 1 surat, setahunnya bisa hapal 10 surat. Jika berlanjut, siswa yang selesai kelas 4 SD dapat menghapal minimal 37 surat atau 1 Juzz," tutur Fauzi Bahar.

Ketua LKAAM Sumbar yakin, melalui program ini dapat membantu meningkatkan kualitas generasi muda dalam menghafal Al-Quran.(Jeje)

faisal@suaraadhiyaksa.com